Welcome to my Blog...

Terima kasih telah mengunjungi blog ini...
Tuhan memberkati..
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Tak Ada Alasan Untuk Tak Hidup Kudus

Tepatlah bila orang mengatakan kita hidup di zaman yang bengkok. Artinya zaman yang tidak mengindahkan Allah. Tidak sedikit orang yang mengabaikan hidup dalam kekudusan . Namun, tidak berarti kita tidak mungkin hidup kudus. Mempertahankan kekudusan hidup adalah keharusan. Mengapa? Bagaimana caranya?

Di zaman ini, menjalani hidup yang kudus bisa diberi stempel aneh. Bisa juga dicap orang kuno, tidak mengikuti perkembangan zaman. Bahkan gereja-gereja pun lebih banyak memilih bungkam untuk membicarakannya. Bila diamati hanya sedikit mimbar gereja yang lantang menyuarakan pentingnya kekudusan hidup. Mengapa demikian? Mungkin saja takut jika jemaat kabur. Atau, tak berani bila jemaat pindah ke tempat lain. Maka hidup yang berhasil, kiat sukses justru dikhotbahkan tiada henti. Padahal, kesuksesan sejati mestinya berawal dari kekudusan hidup.


 
KEBEBASAN TERBELENGGU?

Apa artinya hidup kudus? Dalam bahasa Ibrani, menurut Pdt. Joshua Ong You Liang, Ph.D (70), kata kudus berarti memisahkan diri dari yang kotor/jelek dalam diri untuk hidup bagi Tuhan. Tentang hal ini Allah memberi teladan. Secara khusus Allah telah memisahkan diri-Nya untuk orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu setiap orang yang ingin bertemu Allah kiranya hidup dalam kekudusan terlebih dahulu. Tanpa kekudusan sulit bertemu dengan-Nya. Inilah yang terlihat dari pengalaman Musa pada peristiwa semak belukar yang menyala-nyala (Keluaran 3).

Persoalan yang muncul, orang menganggap hidup dalam kekudusan mengekang kebebasan. Karena merasa kekudusan itu mengekang, lalu memilih untuk hidup tidak kudus. Namun Pdt. Joshua justru melihat dari sisi yang berbeda. “Kebebasan adalah hak istimewa yang Tuhan berikan bagi manusia,” kata Ketua STT Iman Jakarta ini. Hanya saja manusia sering menyalahgunakan kebebasan yang diberikan. Sejatinya, Allah tidak pernah menjadikan manusia seperti robot. Manusia bebas melakukan apa saja. Bila kebebasan dilakukan berpusat pada diri sendiri tentu tidak menyenangkan hati-Nya. Sebaliknya melakukan kebebasan yang berpusat pada kehendak Tuhan jelas hal itu diperkenan-Nya.

Bila dipikirkan dengan jujur, terkadang manusia itu aneh juga. Mengapa dikatakan demikian? Bukankah Allah telah rela memisahkan diri-Nya bagi kita, mengapa kita justru tidak mau memisahkan diri bagi Allah? “Apabila kita rela memisahkan diri bagai Allah, tentu Dia akan memakai hidup kita bagi kemuliaan-Nya,” cetus doktor jebolan Fuller Theological Seminary USA ini.

Terus terang, sukar untuk mengatakan bahwa seseorang mengenal Allah jika ia tidak hidup dalam kekudusan. Artinya, salah satu wujud pengenalan akan Allah tercermin dalam kekudusan hidup yang dijalani setiap hari. Bukankah seorang anak mempermalukan ayahnya bila ia berlaku sembrono dalam hidup? Kudus adalah sifat dari Allah. Kita pun disebut anak-anak Allah. Nah, bila kita berlaku tidak kudus pantaskah kita memanggil-Nya Bapa? “Mengenal Allah secara pribadi pasti membawa kita memiliki hubungan dengan-Nya. Bila kita punya hubungan yang pribadi pasti kita berusaha menyenangkan hati-Nya,” tegas Pdt. Ferry Frans Simanjuntak, M.A (46).

Adakah hubungan kegiatan agamawi dengan kekudusan hidup? Melakukan kegiatan agamawi merupakan hal yang baik. Namun, kegiatan agamawi bukanlah jaminan bahwa seseorang telah mengenal Tuhan dengan baik. Bisa saja kegiatan tersebut hanya sebatas aktivitas saja. Sebagai contoh, kita kerap menyaksikan orang-orang yang rajin beribadah namun perilakunya kurang sepadan dengan ibadahnya. Sementara rajin beribadah pada saat yang sama rajin pula berbuat dosa. Selingkuh tiada henti. Korupsi tiada akhir. Mengejar kedudukan tak kenal lelah. Jelas ini sebuah ironi. “Apabila orang-orang Kristen belaku tidak kudus mereka sama artinya tong kosong yang berbunyi nyaring,” tambah pembantu ketua tiga Sekolah Tinggi Teologi Imanuel Nusantara Jakarta ini.


 
IBARAT MAKAN TANPA LAUK

Memainkan perilaku hidup kudus bak seorang olahragawan. Anda dapat membayangkan betapa tidak serunya suatu permainan tanpa tantangan. Dalam dunia olahraga tantangan selalu dinanti-nantikan. Bertanding tanpa hambatan ibarat makan tanpa lauk. Bahkan lauk tanpa garam. Tak ada rasanya. Menjalankan hidup yang kudus memang memerlukan tantangan. Itu pula yang disebut Pdt. Ferry Frans Simanjuntak, MA. Menurut MPH PGI wilayah DKI Jakarta ini setidaknya terdapat tiga tantangan dalam menjalani hidup kudus.

Tantangan pertama adalah keinginan daging. Bila seseorang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah, yang menonjol adalah keinginan daging. Ketika manusia memilih menyenangkan diri sendiri, di sinilah terjadi benturan. Benturan antara keinginan daging dengan kekudusan. Di sini masalahnya, Alkitab katakan roh itu penurut namun daging lemah.

Tantangan kedua adalah lingkungan. Lingkungan yang buruk dapat mengubah kebiasaan yang baik. Bila seseorang bergaul dengan lingkungan buruk sangat besar kemungkinan pengaruh negatif merasuk dalam hidupnya.
Terakhir adalah tantangan kedagingan dan keinginan dunia. Pdt. Simanjuntak menyebut sebagai dosa yang menyebabkan ketagihan. Ya, semacam dosa yang bersifat adiktif. Dosa yang mendorong seseorang mengulang tindakan yang sama. Misalnya: dosa seks, Narkoba, korupsi, dan sebagainya. Di sekeliling kita dosa-dosa seperti ini sangat menggoda. Dosa-dosa tersebut aksesnya sangat gampang.

Tantangan bagi orang percaya adalah menaklukkan setiap tantangan yang ada. Manusia harus memerangi ketidakkudusan bersama Roh Kudus. “Roh Kudus pasti memberi kita kemampuan ekstra,” tegas hamba Tuhan dari Gereja Protestan Soteria di Indonesia (GPSI) ini. Mengambil contoh dari kesalehan Ayub, Pdt. Simanjuntak yakin kalau Ayub mampu mempertahankan kekudusan, kita pun pasti bisa. Walau Ayub ditimpa masalah berat, ia tak tergoyahkan.


ZAMAN YANG BENGKOK

Memang perlu diakui bahwa kita hidup di tengah zaman yang mengabaikan arti kekudusan. Mereka tak mau tahu tentang kekudusan. Hati nurani mereka telah hilang kepekaannya. Namun, orang percaya tentu tak perlu menyalahkan lingkungan. Bukan kita yang dipengaruhi lingkungan. Sebaliknya lingkunganlah yang harus kita pengaruhi. Pasalnya, Pdt. Joshua Ong You Liang mengatakan kalau kita mengasihi Tuhan, kita pasti menjaga hidup seturut firman-Nya. Hidup yang seturut firman-Nya berarti hidup yang kudus di hadapan-Nya. Kasih kepada Tuhan adalah dasar untuk mempertahankan hidup yang kudus.

Di luar sana banyak orang yang mengaku tak mampu hidup dalam kekudusan. Alasannya terlalu banyak godaan. Namun bagi Pdt. Joshua, godaan bukanlah segalanya. “Binalah persekutuan dengan Tuhan setiap saat,” cetus Gembala Jemaat Gereja Santapan Rohani (GSR) Jakarta ini. Kualitas hubungan dengan Allah menentukan kualitas kekuatan seseorang saat menghadapi godaan. Bila seseorang setia membaca firman Tuhan, bersaat teduh, dan berdoa maka ketidakkudusan tidak mendapat tempat. Namun, tidak ada waktu untuk bersekutu membuat seseorang gampang jatuh dalam perselingkuhan, perceraian, korupsi, berebut kedudukan, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dicek dalam pergaulan kita setiap hari. “Barang siapa yang dekat dengan Allah—bersekutu dengan-Nya, pasti tangguh menghadapi goncangan yang hebat sekalipun,” tandasnya.
 
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

(Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010)

Kamis, 16 Juni 2011

Indahnya Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya ...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri **

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita"

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??

Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??

Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
  (Source : DAC Group)

Sabtu, 14 Mei 2011

Jangan Kompromi Dengan Dosa Seks

Saya ingin membagikan sesuatu yang saya dapat dari membaca buku karangan Jack Hayford yang berjudul "Godaan yang Membawa Maut; Mengapa Dosa Seks Lebih Buruk dari Dosa-dosa lainnya" -> jika Anda tertarik, bisa memesan buku ini di www.tarbantinbookstore.com.

Mengapa dosa seks lebih buruk dari dosa-dosa lainnya? Mungkin tersirat dalam pikiran kita "Berarti dosa seks termasuk dosa yang berat?; Jadi ada dosa yang dibilang dosa berat dan dosa yang ringan?". Tentu saja tidak! Nah, berikut 10 alasan mengapa dosa seks lebih buruk daripada dosa lainnya.

  1.   Dosa seks menodai akar identitas seseorang
Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” (Mazmur 11:3)
Di Amsal 29:25 tertulis bahwa “Takut kepada orang mendatangkan jerat,…”. Hal yang terjadi di masa kanak-kanak dapat digunakan iblis untuk menipu kita seolah-olah itu sebuah kenyataan dan meyakinkan kita bahwa kita tidak berharga, tidak normal, merasa bersalah dan terhukum.
  1.   Dosa Seks Mengeksploitasi Aspek Emosional Kita yang Paling Dalam
Satu-satunya landasan yang kuat sebagai tempat berpijak yang aman bagi identitas dan citra diri adalah siapa kita di dalam Kristus.
Emosi kita merupakan salah satu ekspresi jiwa yang paling kuat dan membuat manusia sangat rapuh;oleh emosi itu juga kita selalu ingin dicintai.
Ada tertulis pada Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,…” bahwa firman Tuhan menawarkan nasehat untuk memelihara segi kepribadian duniawi yang sangat rapuh dan mudah rusak serta orang yang sangat tergoda/sudah terluka.
  1.   Dosa seks mengotori sumber kreativitas kita yang tertinggi
*Disiplin ini meliputi hidup kudus dan setia dalam hal yang berkenaan dengan seksualitas kita dan dalam membangun anak-anak kita supaya mereka mengenal dan mengasihi Tuhan.
Dosa seks – merusak akar identitas, kemanusiaan, dan kreativitas kita.
Penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran karena kita masing-masing sama-sama melihat kecerobohan “kecil” yang akhirnya mengotori kreativitas tertinggi kita dan mewariskan kegagalan pada generasi kita.
  1.   Dosa seks menghasilkan rasa bersalah yang membuat kepercayaan diri dan otoritas kita timpang
Iblis tidak pernah henti-hentinya mendakwa kita siang dan malam tanpa mempedulikan kasih karunia dan kebaikan Tuhan.
1 Korintus 6:9-10 → kepercayaan, otoritas, kuasa dan berkat dari kerajaan dicabut.
Dosa seks cenderung membuat jiwa kita menjadi tidak peka terhadap sukacita keselamatan kita yang diberikan Tuhan.
Harapan apa yang ditawarkan Tuhan? 1 Korintus 6:11
  1.   Dosa Seks membahayakan fondasi hubungan antar manusia yang paling mendalam-pernikahan
  2.   Dosa Seks mengekspos kita terhadap risiko menghasilkan manusia yang tidak mendapatkan dukungan.
Begitu buruknya dosa seks ini seperti terjadinya aborsi, dimana banyak manusia yang tidak mendapat dukungan atau bahkan anak yang tidak diharapkan lahir, diperlakukan/ditelantarkan begitu saja dan sama sekali ditolak keberadaannya dan akhirnya menghasilkan manusia yang tidak mendapatkan dukungan.
  1.   Dosa seks meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit yang semakin meluas (Keluaran 15:26)
Banyak sekali orang yang mengkompromikan dosa seks dan menyesal ketika mereka terkena penyakit kelamin dan hal tersebut menimbulkan pergumulan dan rasa malu akibat apa yang telah diperbuat.
  1.   Dosa seks memberi tempat pada nafsu yang hanya menghasilkan perilaku immoral
Pornografi merupakan bentuk penyembahan berhala paling popular sekarang. Dan secara tidak sadar, terjadilah transaksi rohani dimana warisan sebagai orang percaya dirusakoleh nafsu iblis.
Kita menjadi serupa dengan Roh yang kita patuhi.
Menyerah pada roh nafsu → perbudakan & sukar dimerdekakan tanpa kuasa Tuhan Yesus Kristus
Kalau kita ingin nhidup berbeda dari orang banyak itu, kita perlu karakter, pendirian dan hati nurani yang berlawanan arah.
Matius 7:13-14 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya”
* 2 Timotius 2:19-22
  1.   Dosa Seks melanggar kepercayaan terhadap seluruh tubuh Kristus
Kita yang telah menyambut Tuhan dalam hidup kita, yang melanggar perintahnya akan mengalami kekacauan dimana kekacauan tersebut tidak dapat ditahan kecuali ada pengakuan, pertobatan dan penolakan terhadap dosa.
*Kasih karunia yang sama, yang telah menutupi kegagalan Anda, juga cukup untuk menghapus dampak beracun apa pun yang mungkin telah dilepaskan oleh kegagalan Anda.
  1.   Dosa Seks menyerang Ketuhanan Yesus Kristus yang Suci
Yesus pun juga mengalami hal yang sama tapi apa yang Ia lakukan? Ibrani 4: 15 “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”
Melakukan dosa seks = melacurkan tubuh Yesus Kristus.

Jumat, 06 Mei 2011

Menang atas Emosional Anda & Penyembuhan Jiwa yang Terluka

Saya ingin membagikan sesuatu yang saya dapat dari membaca buku karangan Joyce Meyer yang berjudul "Mengelola Emosi Anda (Managing Your Emotions)" -> jika Anda tertarik, bisa memesan buku ini di www.tarbantinbookstore.com. Dimana kita tiap manusia tidak pernah jauh dari yang namanya emosi. Kata emosi mungkin cenderung kita anggap sama dengan namanya marah, namun sebenarnya emosi itu sendiri yaitu marah, sedih, senang, kecewa dan masih banyak lagi. Buku ini sangat bagus dan pembahasannya secara alkitabiah. Saya harap ini bisa membantu Anda para pembaca yang mungkin mengalami hidup yang selalu dikendalikan oleh emosi. Blessing...

Langkah-langkah untuk menang atas emosional Anda & penyembuhan Jiwa yang Terluka:
1. Menghadapi kebenaran 
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu(Yoh 8:31-32)
Mungkin seringkali kita berusaha menutupi suatu kebenaran dan hal tersebut selalu mengejar kita terus dan menimbulkan suatu trauma. Kita merasa tidak bisa lepas dan tertekan karena kebenaran yang kita sembunyikan. Namun apakah Anda tahu, bahwa sebenarnya Tuhan tahu segala sesuatu yang kita lakukan semuanya. Dia benar-benar pribadi yang paling mengenal kita. Di Alkitab pun tertulis bahwa Tuhan tahu kata-kata yang ada dalam mulut kita sebelum kita mengutarakannya (Mazmur 139:1-4). Bagaimana agar kita bisa merdeka? Keterbukaan. Mengapa? Karena keterbukaan adalah awal dari suatu pemulihan. Mintalah pada Roh Kudus untuk memulihkan diri Anda, memimpin dan membimbing Anda di dalam proses pemulihan tersebut.

2. Mengakui kesalahan Anda
"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16)
Perlu adanya tempat dimana kita bisa menceritakan apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun kita perlu berhikmat, mengapa? Karena kita perlu seseorang dimana dia adalah orang yang percaya kepada Tuhan, dewasa secara iman, dan tidak akan terbebani atau terluka karena cerita Anda. Untuk itu, biarkan Anda dipimpin oleh Roh Kudus dan memilih orang yang benar dan Anda percaya.
Tentu akan ada rasa kelegaan yang timbul karena kita bisa menceritakan kebenaran yang kita sembunyikan karena kita takut ketika kita bercerita pada seseorang, lalu orang tersebut tidak mau menerima Anda apa adanya. Namun percayalah, bahwa Tuhan menerima Anda apa adanya dan masa lalu Anda tidak menjadi suatu perbedaan diantara kawan-kawan Kristen Anda.

3. Mengakui kebenaran pada diri sendiri
"Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku." (Mazmur 51:8)
Terkadang kita mengalami kepahitan dan berbagai hal karena apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan fakta. Kita kadang tidak terima dengan apa yang terjadi/kebenaran yang ada dan menjadikan hal itu sebagai hambatan dan tidak dapat tumbuh dan maju. Satu hal yang perlu Anda lakukan: "Hadapi fakta dan jangan biarkan fakta tersebut menghancurkan seluruh hidup Anda".
Kita lihat sosok Daud, dan apa yang dia perbuat? 
"Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." (Mazmur 27:10)
4. Menerima pengampunan dan melupakan dosa Anda
"..sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." (Yeremia 31:34)
Bukankah sungguh luar biasa ayat di atas? Bahkan Tuhan tidak menuntut kita/menghukum kita melainkan dia terus mengampuni dan tidak mengingat-ingat lagi dosa kita. Mengapa? Karena begitu besar kasih karuniaNya kepada kita. Mari kita lihat bahwa begitu besar kasihNya kepada kita:
"sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita." (Mazmur 103:12)
Betapa luar biasanya Tuhan! Seburuk apapun kita, Dia telah melemparkan dosa kita sejauh timur dari barat dan Dia tidak akan mengingatnya lagi.

5. Mengakui diri sebagai ciptaan baru
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17)
Ketika kita tahu identitas kita di dalam Kristus, kita dilahirkan kembali menjadi manusia baru, meninggalkan manusia lama kita (pola pikir yang lama, gaya hidup yang lama) dan kita diberi tempat di surga bersama Yesus.
"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan--dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga" (Efesus 2:5-6)
6. Menerima tanggung jawab pribadi
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9)
Di dalam buku ini, Joyce Meyer menyatakan bahwa sebagian orang terjebak dalam penyangkalan, takut akan apa yang terjadi jika orang lain mengetahui kebenaran tentang mereka. Namun, sepanjang mereka menyangkal masa lalu mereka, mereka tidak akan pernah dimerdekakan dari masa lalu.
Begitu pula dengan masalah. Kita tidak dapat dimerdekakan dari masalah karena kita tidak mengakui bahwa sebenarnya kita punya masalah. Apa yang terjadi? Kita cenderung menyalahkan orang lain dan kita tidak mau bertanggungjawab atas perbuatan kita, padahal tindakan-tindakan kita menjadi tanggungjawab pribadi bukan orang lain.

7. Mengikuti Roh Kebenaran
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." (Yoh 16:13)
 Maka dari itu, marilah kita berjalan dengan dipimpin oleh Roh Kebenaran. Perlunya kejujuran antara kita dengan Tuhan & orang lain sehingga si Iblis tidak dapat mengendalikan kita. Mengapa? Karena iblis tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan Kebenaran. Kebenaran menghentikan kekuasaan iblis atas diri kita.

Sekian yang bisa saya share kan, semoga membantu Anda...Blessing